Home » , » PT. Bank Aceh (BPD) Cabang Sabang Bobol

PT. Bank Aceh (BPD) Cabang Sabang Bobol

MOKI, Aceh Sabang-Kapolres Sabang AKBP Sigit Kusmardjoko ketika diwawancarai Wartawan (08/06)  terkait dengan Kasus Bobolnya Kas Bank Aceh Cabang Sabang mengatakan, sesuai dengan laporan ke pihak Polres sebagai kunci permasalahan dari Direktur Bank BPD Cabang Sabang Hasbi maka sampai dengan sekarang masih dilakukan pemanggilan kepada saksi yang melakukan pelaporan dan saksi-saksi lainnya.

PT Bank Aceh yang dulunya bernama Bank BPD selama ini merupakan salah satu Bank yang cukup sehat, baik dari sisi manajemen maupun operasional dan mendapat kepercayaan dari masyarakat, namun kini tercemar dengan bobolnya Kas Bank Aceh Cabang Sabang oleh karyawan Bank itu sendiri dan diperkirakan kebobolan mencapai milyaran rupiah.

Tindakan pembobolan yang dilakukan karyawan Bank Aceh berinisial SR kuat dugaannya aksi tersebut tidak dilakukan SR sendirian. Melainkan, ada pihak lain yang ikut terlibat bersamanya, sebab SR hanya petugas costumer service.

Sigit Kusmardjoko selaku Kapolres Sabang menerangkan kepada beberapa Media bahwa, pihak Polres telah mengajukan surat izin dan segera direalisasikan kepada Dirut Bank Aceh supaya pihak Polres dapat memeriksa dan memintai keterangan kepada karyawan PT. Bank Aceh sebagai saksi-saksi yang terkait dengan permasalahan tersebut.

Untuk sementara ini hasil laporan dari saksi pelapor baru 3 (tiga) orang Nasabah yang dirugikan dengan jumlah nilai kerugian sekitar 350 jutaan,  adapun status pekerjaan dari ke tiga Nasabah adalah Nelayan, Ibu Rumah Tangga dan Pensiunan PNS , ujar Sigit.

Tidak tertutup kemungkinan akan lebih banyak lagi Nasabah yang dirugikan sebab, pihak Bank Indonesia belum lagi melakukan audit kepada Bank Aceh Cabang Sabang terhadap kejadian ini, untuk sementara dari hasil audit yang dilakukan oleh pihak Bank Aceh Cabang Sabang hanya di tahun 2011, papar Kapolres.

Menurut Kapolres, terungkapnya kasus pembobolan tersebut berawal dari Investigasi yang dilakukan oleh pihak Bank Aceh Cabang Sabang dan ditemukan adanya penyalah gunaan penarikan uang Nasabah yang dilakukan oleh SR, dan penarikan dilakukan dengan slip penarikan yang telah ditandatangani oleh Nasabah, diduga slip penarikan tersebut tanda tangannya dipalsukan oleh SR.

Saksi yang akan dipanggil ada 6 (enam) orang, 3 (tiga) orang dari Nasabah dan 3 (tiga) orang lagi dari pihak Bank Aceh Cabang Sabang selaku Teller dan targetnya minggu depan telah ada hasilnya siapa yang menjadi pelaku atau hanya saksi sesuai dengan alat bukti yang ada, sementara waktu SR menjadi Pantauan pihak Polres agar tidak dapat melakukan bepergian keluar daerah, ujar Sigit.

Mengenai keterangan dari Dirut Bank Aceh kepada Pers di Banda Aceh baru-baru ini akan menindaklanjutinya secara intern kapolres mengatakan, pada prinsipnya perbuatan tersebut adalah tindak pidana Perbankan sehingga pelanggaran yang dilakukan untuk sementara ini melanggar pasal 49 ayat 1 huruf C UU No. 07 tahun 1992 dan UU perubahan No.10 tahun 1998 tentang Perbankan.

Ketika Kabarinvestigasi menanyakan tentang kejadian Penarikan Uang yang dialakukan oleh Agen Tanah tanpa Slip penarikan dan tanda tangan dari Nasabah selaku pemilik tanah yang baru saja dibebaskan oleh pihak BPKS selaku pembeli tanah pada bulan Desember tahun 2010 yang lalu kapolres menegaskan, kalau ada kejadian seperti itu maka kami meminta kepada Masyarakat pemilik tanah yang merasa dirugikan agar membuat Laporan pengaduannya untuk dapat ditindak lanjuti dan begitupun pihak polres akan melakukan pemeriksaan dan penelusuran apakah hal tersebut ada terjadi, tegas Sigit.( Tiopan. AP )
Share this article :

+ comments + 1 comments

Post a Comment

 
Support : HOME | KARIR | REDAKSI
Copyright © 2011. KabarInvestigasi - All Rights Reserved
Published by KabarInvestigasi
Proudly powered by KRISTIANTO