Home » » Tanah Aset Pemerintah Kota Sabang Terbengkalai

Tanah Aset Pemerintah Kota Sabang Terbengkalai

MOKI, Sabang-Pulau Sabang dikenal sebagai daerah yang memiliki asset Negara, baik milik pemerintah daerah itu sendiri maupun tanah Negara yang dibeli melalui anggaran APBN, namun sampai kini asset milik negara tersebut dinilai terabaikan. Oleh karena itu banyak pihak meminta kepada Eksikutif dan legeflatif, agar segera mendata kembali dan juga mensertifikatkan.

Banyak sudah kejadian yang berubah fungsi dari kondratnya baik fungsi asset tersebut maupun kepemilikannya, ada sejumlah asset Negara di Sabang menjadi milik perorangan. Jadi jika terus dibiarkan seperti itu, maka dikhawatirkan harta milik Negara dimaksud bias jatuh ke tangan pihak atau orang lain.

“Kita khawatir harta milik Negara yang begitu banyak di Sabang akan beralih kepemilikan, konon lagi ada sejumlah asset seperti tanah yang kini terabaikan dan belum terdata dengan baik, apalagi menyangkut sertifikat sampai kini belum terurus. Jangan-jangan suatu saat tanah yang sudah dibeli dengan uang Negara akan menjadi milik kelompok atau orang-orang tertentu”., kata Buhanuddin,SE Senin (4/6) yang sengaja menghubungi media ini. 

Menurutnya tokoh masyarakat kota Sabang dan juga pengurus koperasi ini, dirankan kepada eksikutif dan legeslatif jangan sampai terabaikan asset saerah milik negera atas tanah yang sudah diganti rugi, seperti tanah yang telah dibebaskan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Tanah-tanah tersebut merupakan perkebunan yang produktif, namun sangat disayangkan karena terbengkali begitu ssja.

Selain itu tanah milik Negara yang ada dalam waduk Paya Seunara Kecamatan Sukakarya Sabang, tanah ini juga kini akibat diabaikan padahal sudah dibayarkan menjadi tempat opjek masyarakat. Kita khawatirkan akan timbul permasalahan dikemudian hari andai saja dibiarkan seperti itu.

Sama juga dengan halnya tanah yang kini sudah menjadi milik BPKS, kebun-kebun yang sudah dibebaskan itu sebagian merupakan kebun produktif dengan tanaman cengkeh, kelapa, pinang termasuk coklat didalmnya. Kebun yang berproduktif tersebut kini masih dikelola masyarakat tanpa ada surat sepucuk pun, dan ini bias berakibat fatal jika dibiarkan., tandasnya.

Ditambahkannya, aset milik Negara selain tanah dan juga da sejumlah bangunan yang kini masih ditangan piahk ketiga, seperti rumah-rumah yang ada di Sekolah Dasar Negeri (SDN-2) Sabang, gudang di teluk Sabang, gedung Kesehatan Karantika di Kota Bawah Barat adan ada sejumlah asset alinnya.

Menuratnya, daripada mubazir sia-sia alangkah baiknya digunakan dan dioperasikan seluruh asset yang dianggap dapat memberi mamfaat. Kami sebagai masyarakat menyarankan, agar eksikutif dan legeflatif punya hak untuk menekan BPKS supaya asset yang sudah menjadi miliknya sehera di sertifikatkannya.

Pdahal sebelumnya sudah ada surat edaran Walikota Sabang Nomor.640/3174 tanggal 22 November 2010 M bertepatan 15 Dzuhij;jah H. tentang rumah yang sudah dibayar dan dilarang membongkar, sebab semua itu telah menjadi milik asset pemerintah daerah.

“Saya atas nama masyarakat Sabang menyarankan, agar dipercepat pemamfaatan misalnya bangunan atau rumah diatas tanah yang sudah dibayar seperti dalam waduk Paya Seunara. Kalau memang proses menyulitkan maka kan bisa dilakukan pelelangan atau peralihan hak kepada masyarakat yang tidak mampu. Kemudian juga gedung milik BPKS yang kini banyak ditempati oleh orang yang bukan hak, seharusnya segera ditarik kembali”., ujar Burhanuddin,SE.(Zky)
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : HOME | KARIR | REDAKSI
Copyright © 2011. KabarInvestigasi - All Rights Reserved
Published by KabarInvestigasi
Proudly powered by KRISTIANTO