Home » » PROYEK PEMBANGUNAN GUDANG MILIK BPKS TIDAK DILAPORKAN PADA ADPEL SETEMPAT

PROYEK PEMBANGUNAN GUDANG MILIK BPKS TIDAK DILAPORKAN PADA ADPEL SETEMPAT

MOKI, SABANG-Kebanyakan proyek sehingga Pejabat Pengambil Kebijakan (PPK) badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), sampai lupa melaporkan dan meminta izin kepihak Administrator Pelabuhan (Adpel) Klas V Sabang. Sehingga petugas yang menangani pengamanan pelabuhan tersebut turun ke lokasi proyek dimaksud, setelah mendapat teguran baru PPK melayangkan surat minta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan itu.

Menurut keterangan dari pihak Adpel Kelas V Sabang, dimana pun sesuai aturan bahwa setiap ada kegiatan dilingkungan pelabuhan wajib diberitahukan kepada Adpel. Apalagi menyangkut pembangunan dengan uang negara yang nilainya ratusan miliyar.
 
Namun pihak BPKS kalau saja Adpel tidak mendatangi lokasi proyek kemungikanan Adpel yang notabenenya sebagai lembaga pengamanan pelabuhan, tidak akan diberitahukan. Anehnya setelah mendapat teguran dari Adpel baru kemudian BPKS menyurati, sebagai surat minta maaf atas kesalahan yang dilakukan.
 
“Kami sebagai lemabaga pemerintah yang mengurus pengamanan pelabuhan sebelumnya tidak pernah diberitahukan, apalagi melaporkan secara resmi padahal sesuai aturan yang berlaku apapun kegiatan yang dilakukan dalam lingkungan pelabuhan wajib dilaporkan dan diberitahukan kepada kami”., ungkap Andi, petugas Adpel Kelas V Sabang selasa kepada MOKI (23/7).
 
Ironisnya lagi tambah Andi, surat permintaan maaf atas keslahan yang dilakukan itu bukan ditandatangi oleh pimpinan BPKS, melainkan ditandatangan oleh PPK itu sendiri. Jadi ada kesan proyek dimaksud seolah-olah bukan milik lembaga alias milik pribadi., ujarnya.
 
Sementara itu PPK proyek yang bersumber dari APBN nilainya hampir Rp.17 miliyar itu T.Heri Kurniasyah saat dihubungi MOKI baru-baru ini mengatakan, pelaksanaan proyek dimaksud sudah sesuai aturan, cuma yang menjadi masalah sedikit tentang keterlambatan pemberitahuan kepada Adpel setempat.
 
Demikian kami sudah melayangkan surat permintaan maaf atas kealpaan melaporkan kepihak pengamanan pelabuhan tersebut. Maklum lah banyak pekerjaan lainnya yang juga kami kerjakan sehingga ada yang terlupkan, jadi pelaksanaan proyek gudang itu tidak ada masalah.
 
“Tidak ada masalah dalam pekerjaan proyek gudang di pelabuhan teluk Sabang itu, soal keterlambatan pemberitahukan kepada pihak Adpel saya sudah melayangkan surat minta maaf. Agar diketahui yang saya urus bukan proyek ini saja banyak lainnya yang saya kerjakan”., ucap T.Heri Kurniasyah, alias Bom-Bom dengan bangga melalui Hand Phonenya..
 
Seperti diberitakan sebelumnya BPKS membangun gudang diatas bekas gudang Pelabuhan Bebas dan Pedagangan Bebas (Free Port) tahun 70-an, yang berlokasi di teluk Sabang. Proyek yang nilainya hampir Rp.17 miliyar kabarnya tidak  dilaporkan kepada Adpel sebagai lembaga pengamanan lingkungan pelabuhan.
 
Selain itu juga proyek yang mulai dikerjakan 15 hari lalu belum terlihat adanya safety terhadap pengamanan tenaga kerja dan masyarakat umum, seperti tidak terlihatnya rambu keselamatan keluar-masuk lintasan alat berat, rambu peringatan terhadap sempitnya jalan akibat pagar proyek dan papan nama pekerjaan proyek itu sendiri.
 
Konon lokasi proyek yang dikerjakan perusahaan menurut keterangan PT.Nala Sakti  tersebut, merupakan kawasan aktifitas masyarakat nelayan dimana boat-boat banyak ditambat, itu belum lagi kapal yang membawa barang dari luar negeri yang juga melakukan bongkar-muat. Maka perlu ada rambu-rambu keselamatan baik bagi pekerja maupun masyarakat umum. (ZKY)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : HOME | KARIR | REDAKSI
Copyright © 2011. KabarInvestigasi - All Rights Reserved
Published by KabarInvestigasi
Proudly powered by KRISTIANTO