Home » » POLRES REMBANG BERHASIL BONGKAR PENYELEWENGAN BBM SOLAR

POLRES REMBANG BERHASIL BONGKAR PENYELEWENGAN BBM SOLAR

MOKI, REMBANG-Satuan Reskrim Polres Rembang membongkar penyelewengan atau penyalahgunakan Bahan Bakar Minyak (Solar) yang di angkut dari SPBU 4459209 menggunakan tong - tong plastik yang dimuat mobil Colt L300, 12 Maret 2013 Kemarin.

Terbongkarnya kejahatan penyelewengan BBM ini berkat laporan masyarakat yang dikirim melalui pesan sms ke Handphone Kasat Reskrim, kemudian ditindak lanjuti dengan penyelidikan. "Setelah ada laporan dari masyarakat yang masuk ke Handphone saya, kemudian saya bersama anggota terjun ke TKP melakukan lidik. Setelah lama kami mengintai benar ada mobil Colt L300 berisi tong - tong plastik besar masuk ke SPBU 4459205, di SPBU tersebut benar sedang melakukan pengisian BBM solar. Begitu selesai mengisi Mobil L 300 tersebut keluar dari SPBU kemudian kami satu tim mengikuti dari belakang. Begitu sampai di sebuah gudang selepan padi Kelurahan Pulau, mobil tersebut masuk dan disitu sudah ditunggu Mobil Trusk Tangki 16 ribu Liter. Disitulah kami sergap, menanyakan surat ijin pembelian. Karena Surat ijinnya meragukan, mereka bersama barang bukti kami bawa ke Polres untuk penyidikan,"jelas Kasat Reskrim AKP Joko Santoso, SH, MH.

Hasil penyidikan tersangka menggunakan surat ijin pembelian dari Dinas Kelautan dan Perikanan milik oknum anggota DPRD Rembang bernama Joko, seharusnya pembelian BBM solar tersebut dipergunakan untuk pembekalan Bahan Bakar Kapal. Tetapi tersangka melakukan pembelian dijual ke pabrik di Surabaya.

Karena terbukti menyalahgunakan BBM, tersangka masing-masing Jumartono, Edi Dwiyono, Wahyu Pujiono, Sodikin, Ahmad Rifai, Ngkos Kosasih, Saryono, Heriyadi berserta barang bukti mobil truck Tangki, Mobil L 300 dan 3 alat sedot diamankan di Mapolres Rembang.

KRONOLOGI

Jumartono alias Bibit ngangsu di di SPBU bekerjasama dengan Ngkos Kosasih (Klening Servis SPBU) kemudian dijual ke Saryono alias Uceng warga Juwana sebesar Rp.5150. Kemudian Saryono alias Uceng menjualnya ke Heriyadi (Pembeli dari Surabaya) sebesar Rp.5.550. Dan Heriyadi menjualnya ke Industri. Sedangkan harga BBM Solar industri sebesar Rp. 11.600. Dalam sehari operasi mereka bisa menjual BBM Solar sebesar 16 ribu liter.

Kasat Reskrim AKP Joko Santoso, SH, MH masih mengembangkan lagi surat ijin milik oknum anggota DPRD," Kami masih mengembangkan surat ijin yang dimiliki oleh oknum anggota DPRD Rembang yang digunakan untuk melakukan tindakan kejahatan merugikan Negara,"katanya.

Masing - masing tersangka dikenakan Undang-undang Tahun 2001 Tentang Migas pasal 55 atau 23 ayat 2 (b) jo pasal 53 (b) dengan ancaman pidana 6 Tahun kurungan dan Denda paling tinggi 60 Miliar. (Aris)
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : HOME | KARIR | REDAKSI
Copyright © 2011. KabarInvestigasi - All Rights Reserved
Published by KabarInvestigasi
Proudly powered by KRISTIANTO