“Inhil Gerbang Barang Ilegal?”

BERITA LAIN:

Narkoba Berpotensi Diselundupkan Bersama Rokok Ilegal



Tembilahan.kabarinvestigasi.com. Kabupaten Indragiri Hilir terletak di pantai Timur pulau Sumatera, merupakan gerbang selatan Propinsi Riau. Indragiri Hilir yang sebelumnya dijuluki ”Negeri Seribu Parit” yang sekarang terkenal dengan julukan “NEGERI SERIBU JEMBATAN” dikelilingi perairan berupa sungai-sungai besar dan kecil, parit, rawa-rawa dan laut, secara fisiografis Kabupaten Indragiri Hilir beriklim tropis merupakan sebuah daerah dataran rendah yang terletak diketinggian 0-4 meter di atas permukaan laut dan dipengaruhi oleh pasang surut. Dengan batas-batas wilayah Kabupaten Indragiri Hilir Sebelah Utara berbatas dengan Kabupaten Pelalawan.Sebelah Selatan berbatas dengan Kab. Tanjung Jabung Prop. Jambi.Sebelah Barat berbatas dengan Kabupaten Indragiri Hulu. Dan, Sebelah Timur berbatas dengan Propinsi Kepulauan Riau.

Tidak salah jika para oknum-oknum memanfaatkan keberadaan sungai-sungai besar dan kecil, rawa-rawa dan laut untuk menyelundupkan barang-barang ke Negeri seribu parit, dan, sangat berpotensi narkoba diselundupkan bersama rokok ilegal. Akankah, kapolda Riau Brigjen Pol Drs. Widodo Eko Prihastopo, pengganti Ndandang mampu menghentikan penyelundupan rokok illegal yang sampai saat ini masih belum ada tindakan tegas kepada oknum-oknum penyelundup rokok ilegal. Seperti di Pulau Kijang Kecamatan Reteh kabupaten Inhil provinsi Riau.
Pertanyaan dari kalangan masyarakat itu bukan tidak beralasan. Sebab, kegiatan peyelundupan rokok melalui pelabuhan kijang kecamatan reteh belum ada tindakan dari pihak Bea Cukai Tembilahan dan pihak kepolisian baik di Kecamatan reteh maupun di Polres Inhil. Juga, bebasnya kayu yang diduga diperoleh dari hasil penebangan liar masuk ke Inhil dan minuman beralkohol.
Selain maraknya penyelundupan rokok illegal melalui pelabuhan Pulau Kijang kata lelaki yang mengaku lahir di Tembilahan 45 tahun yang lalu, juga kayu-kayu illegal, miras illegal bebas masuk ke kabupaten Inhil melalui sungai-sungai sungai-sungai besar dan kecil, parit, rawa-rawa dan laut, ujarnya.

Ia mengakui pihak kepolosian di Kabupaten Inhil dan pihak Bea Cukai Tembilahan gencar melakukan patroli hingga melakukan penangkapan barang-barang illegal. Namun, dengan gencarnya kegiatan patroli yang dilakukan bukan menciutkan nyali para oknum-oknum yang melakukan penyelundupan malah bisa dikatakan semakin marak.

Edy Hariyanto Sindrang dari Komisi III DPRD Indragiri Hilir mempertanyakan tugas dan fungsi Bea Cukai Tembilahan. Pasalnya Kabupaten Indragiri Hilir sering dijadikan jalur masuk pemyelundupan barang haram jenis miras dan narkoba yang diduga kerap tidak terdeteksi oleh penegak hukum.
Pernyataan ini disampaikan Edy Sindrang menyikapi adanya pengungkapan dan penangkapan ribuan botol minuman keras (minuman beralkohol) hasil sitaan Angkatan Laut (Lanal) Dumai di Sungai Enok Dalam, Kabupaten Indragiri Hilir, senilai Rp3,6 miliar pada Kamis (9/8/2018) lalu. 

Dengan adanya penangkapan oleh Lanal Dumai ini, Edy menyampaikan keluhan masyarakat Indragiri Hilir bahwa Bea Cukai lemah dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan penindakan terhadap pelaku penyelundupan barang secara Illegal yang diduga berasal dari Singapura dan dibawa ke Kabupaten Indragiri Hilir melalui jalur laut. 
Baru-baru ini saya membaca berita online bahwa Lanal Dumai telah berhasil menangkap dan menyita barang selundupan ribuan kardus miras di Sungai Enok Dalam dari kapal motor KM Pazri III dan KM Alni. Artinya, kenapa sampai Angkatan Laut Dumai yang bertindak melakukan penangkapan barang selundupan tersebut, dimana Bea Cukai?" tanya Edy Sindrang, Senin (20/08/2018) malam.

Menurut Edy, Kabupaten Indragiri Hilir merupakan daerah perairan sangat rawan masuknya barang selundupan, karena banyak jalur tikus dijadikan tempat bongkar barang selundupan diduga dari Singapura yang akan dibawa ke Kabupaten Indragiri Hilir. Tentu saja ini menjadi tugas Bea Cukai di bidang kepabeanan dan cukai dalam melakukan pengawasan lalu lintas barang yang masuk atau keluar Daerah.
"Indragiri Hilir sangat rawan masuknya barang selundupan, dan dikhawatirkan bukan hanya miras, takutnya barang haram jenis narkoba lepas begitu saja tanpa terdeteksi dari pihak penegak hukum," tukasnya

Di tempat terpisah salah seorang warga masyarakat Tembilahan Marham (bukan nama sebenarnya) mengatakan, untuk menyelundupkan barang haram seperti narkoba berbagai cara dilakukan. Narkoba sejenis serbuk atau sabu sabu sangat berpotensi diselundupkan dengan rokok illegal.misal, narkoba jenis sabu sabu dimasukkan ke bungkus rokok dan rokoknya dikeluarkan dan kembali dibungkus seperti layaknya rokok, jika aparat penegak hukum tidak jeli dengan isi bungkus rokok bisa narkoba lolos diselundupkan, ujarnya.
Menurutnya, jika dalam satu bungkus rokok narkoba jenis sabu sabu dimasukkan sudah berapa ons. Apalagi diisi dengan beberapa bungkus rokok sudah berapa banyak narkoba jenis sabu sabu lolos diselundupkan, ujarnya.
Tahun 2018 Kasus Narkoba Meningkat
 “Kita sepakat untuk melakukan dan menyatakan perang terhadap Narkoba, karena memang harus diberantas. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan mengawasi, jangan sampai masa depan anak-anak kita pada gagal gara-gara Narkoba,” tutur Kapolres.

Hal itu diungkapkan kapolres Inhil AKBP Cristian Rony Putra saat melakukan pemusnahan 248,47 gram sabu sabu dan 502 butir ekstasi kamis (6/9/2018) di halaman Mapolres Indragiri Hilir Jalan Gadjah Mada, Tembilahan.
           
Barang haram tersebut didapatkan dari tangan tersangka berinisial AI dan HA. Dari tangan AI, Polisi menyita barang bukti 231,81 gram sabu-sabu dan 280 butir pil Ekstasi. Sedangkan dari tangan HA diamankan 16,66 gram sabu-sabu dan 222 butir Pil Ekstasi.

Pelaku AI ditangkap oleh petugas Polsek Reteh pada tanggal 14 Agustus 2018 di Jalan SMP Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh.

Kemudian HA, tersangka satu ini diamankan langsung oleh petugas Satreskoba Polres Inhil pada tanggal 25 Agustus 2018 di Ruang SPKT Polres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan.

Kapolres mengungkapkan, Pemusnahan sengaja dilakukan secara terbuka dan disaksikan Forkopimda serta undangan lainnya, agar terbuka bahwa barang haram tersebut tidak disalahgunakan.
  
Sementara itu, Kasat Res Narkoba, AKP Bachtiar menjelaskan, dari tahun ke tahun, pengungkapan kasus Narkoba di wilayah Inhil tertinggi pada tahun ini.

Dimana penangkapan terbesar diceritakannya adalah di wilayah Polsek Kemuning yang dilakukan Pemusnahan langsung oleh Polda Riau

“Grafiknya untuk pengungkapan kasus selalu mengalami kenaikan, yang tertinggi tahun ini,” ujarnya. (red/bersambung)