“Judi Jecpot” Marak Di Kecamatan Kemuning Inhil

BERITA LAIN:
Jika Pihak Kepolisian Tidak Melakukan Tindakan tegas berpotensi Merambah sampai ke desa-desa



Tembilahan.kabarinvestigasi.com. Kegiatan yang diduga berbau judi saat ini sedang marak di Kecamatan Kemuning kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Masyarakat mulai resah. Dikwatirkan, akibat kegiatan yang diduga berbau judi dapat merusak generasi muda khususnya di kecamatan Kemuning juga berpotensi membuat rumah tanggah berantakan akibat uang hasil jerih payah dari tempat kerja habis di meja “judi jecpot”.

Wanita ibu tiga orang anak itu mengatakan, jika pihak kepolisian baik di Kecamatan Kemuning maupun di Polres Inhil tidak secepatnya menertibkan atau menghentikan kegiatan yang diduga berbau judi tersebut akan membuat masyarakat resah. “ Pihak kepolisian di Kecamatan Kemuning harus segera menutupnya”, ujar Perempuan yang mengaku bernama Lina itu.

Sementara di tempat terpisah salah seorang warga masyarakat Kecamatan Kemuning saat bincang bincang dengan investigasi mengungkapkan, mesin yang sering disebut warga masyarakat judi jecpot menggunakan koin. Untuk dapat memainkan mesin “judi jecpot” pemain harus membeli koin denga harga Rp 1000 per koin lalu memasukkan ke lobang yang disediakan lalu memilih pilihan yang sudah tertera di mesin. Jika pilihan tepat akan menambah jumlah koin, kemudian koin yang diperoleh ditukar dengan uang. Satu koin dihargai Rp 1000. “ Koinnya ditukar denga uang, satu koin dihargai Rp 1000”, ujarnya lelaki yang mewanti wanti anaknya terpengaruh dalam kegiatan yang menggunakan koin itu.

Kata lelaki yang lahir 45 tahun lalu itu, kegiatan yang menggunakan koin itu salah satu tempat di wilayah Kemuning sudah pernah di gerebek pihak kepolisian dari Polres Inhil, karena kegiatan tersebut diduga berbau judi. Tapi, kenapa hingga saat ini kembali beroperasi, ujarnya dengan nada bertanya.

Lebih jauh bapak dua putri satu putra itu mengutarakan, jika kegiatan tidak melanggar hukum seperti tertulis dalam KUHP pasal 303, kenapa harus digerebek pihak kepolisian. Artinya, karena kegiatan tersebut berbau judi sehingga pihak kepolisian menertibkannya. Namun, yang menjadi pertanyaan, kenapa masih terus beroperasi. Apakah, pihak kepolisian sudah dikondisikan pihak pengelola, sehingga kegiatan yang disebut warga masyarakat judi jecpot beroperasi tanpa ada tindaka tegas dari pihak kepolisian khususnya pihak kepolisian di kecamatan kemuning kab Inhil Provinsi Riau, ujarnya sambil mengisap rokok keretek yang dijepat jemarinya.

Lelaki yang memiliki kulit sawo matang itu sangat mewanti wanti jika pihak kepolisian tidak segera melakukan tindakan tegas agar merambah sampai ke desa-desa yang ada di Kecamatan kemuning. Pasalnya, tempat yang diperlukan tidak memerlukan tempat yang luas hanya beberapa meter persegi, karena mesin yang ditempatkan hanya beberapa mesin, ujarnya seraya menunuukkan besaran mesin yang disebut warga mesin judi jecpot.

Hal yang sama jiuga dikatakan warga masyarakat lainnya, dalam setiap warung mesin judi jecpot di tempat dua mesin. Artinya, lokasinya tidak terlalu luas memakan tempat, ujarnya.

Saat disinggung omset perhari yang dihasilkan kedua mesin tersebut dengan tegas ia mengungkapkan bisa mencapai hingga ratusan ribu rupiah. “ paling sedikitnya dua mesin diperkirakan menghasilkan uang sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu”, ujarnya seraya meminta identitaskan tidak dituliskan.

Jika mesin penghasil uang itu ada puluhan mesin. Misalnya 20 mesin, diperkirakan satu hari bisa menghasilkan jutaan rupiah bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Misal 20 mesin (satu tempat dua mesin-red) maka 10 tempat dikalikan Rp 600 ribu sama dengan Rp 6 juta dalam satu hari jika dalam satu bulan bisa menghasilkan sebanyak Rp 6 juta x 30= Rp 180 juta, ujarnya membuat perhitungannnya.

Untuk kepentingan publikasi Aris yang disebut-sebut sebagai pengelola kegiatan yang disebut warga masyarakat judi jecpot saat dikonfirmasi dengan mengirimkan pesan singkat keponselnya bernomor 082384548xxx Kamis (13/9/2018) belum menjawab. Juga kapolsek Kemuning Lilik saat dikonfirmasi dengan mengirimkan pesan singkat ke ponselnya bernomor 081299110xxx Jumat (13/9/2018) juga belum menjawab. Padahal keterangan dari Aris yang disebut sebut sebagai pengelola dan Lilik selaku kapolsek Kecamatan Kemuning sangat penting sebagai perimbangan penulisan berita, sesuai dengan UU no 40 tahun 1999 tentang Pers dan sesuai dengan kodetik jurnalis. Hingga berita ini dituliskan keterangan dari Aris dan Lilik belum diperoleh. (Red/bersambung)