Polsek Gaung Dalami Laporan Warga Desa Jerambang Dugaan Penyimpangan Beras Rastra

BERITA LAIN:

Tembilahan.kabarinvestigasi.com. laporan warga masyarakat Desa Jerambang Kecamatan Gaung ke Polsek Gaung Kabupaten Inhil Provinsi Riau sedang didalami Polsek Gaung.”Kami masih dalami laporan warga dan memi8nta keterangan terhadap saksi yang mengetahuinya”, ujar kapolsek Gaung tanpa menyebut saksi yang sudah dimintai keteranganya kepada investigasi melalui pesan singkatnya jumat (7/9/2018) saat dikomfirmasi proses laporan warga terkait dugaan penyimpangan beras rastra di Desa Jerambang.
                     
Seperti yang sudah diberitakan media ini sebelumnya, dugaan penyimpangan beras rastra di Desa Jerambang Kecamatan Gaung kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau dilaporkan warga ke Polsek Gaung kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

“ ya benar saya sudah laporkan ke Polsek Gaung dugaan penyimpangan beras rastra di Desa jerambang”, ujar Tokoh masyarakat Imam kepada investigasi Senin (27/8/2018) di Polsek Gaung usai melaporkan dugaan penyimpangan beras rastra di Desa Jerambang.
Iman mengungkapkan, beras rastra yang diterima Desa jerambang sekitar 10.200 Kg sesuai dengan data yang ada di Dinas Sosial penerima rastra sebanyak 204 kepala keluarga. Namun, dengan kebijakan kepala desa untuk pemerataan kepada keluarga yang dianggap layak menerima beras batuan pemerintah penerima rastra menjadi sekitar 300 kepala keluarga, ujarnya menerangkan.

Namun, warga masyarakat bertanya tanya jika sekitar 300 kepala keluarga yang menerima beras rastra seharusnya sekitar 34 Kg setiap KK. Namun yang diterima hanya 25,9 Kg. Artinya, sisanya sekitar 8,1 Kg kemana, ujarnya.

Iman lebih jauh mengungkapkan, beras rastra yang akan diterima KPM Desa jerambang untuk lima bulan yaitu bulan januari sampai Mei 2018 sekitar 10.200 Kg untuk KPM 204 sesuai data di Dinas Sosial kabupaten Inhil. Artinya, setiap KPM menerima 10 Kg beras rastra bantuan pemerintah. Namun, beras bantuan pemerintah itu tidak sampai seluruhnya kepada KPM desa jerambang, sehingga diduga ada penyimpangan beras rastra di Desa jerambang, Ujarnya.

Ditempat yang sama Ahmad Samah warga RT/RW 07/02 mengakui bahwa beras rastra yang diterima 25 Kg 9 ons yang memberikan rt. Pertama diberikan 25 Kg. Namun, setelah masyarakat mengetahui berapa minggu kemudian beras bantuan pemerintah tidak sesuai seperti yang diberikan rt akhirnya ditambah lagi sekitar 9 Ons. “ saya hanya menerima beras rastra dari RT sebanyak 25 Kg 9 Ons”, ujarnya.

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya, Karnain salah seorang Rukun Warga Desa Jerambang mengutarakan, pihaknya membagikan beras rastra kepada KPM di Desa Jerambang sebanyak 25 Kg untuk lima bulan. “KPM yang menerima beras rastra di Desa Jerambang sebakannyak 25 Kg untuk lima bulan yaitu bulan januari sampai Mei 2018”, ujarnya.

Saat ditaya berapa KPM yang menerima, karnain tidak menjawab. Apakah denga data sebanyak 204 KPM yang menerima tanya investigasi. Karnain mengatakan, bapak belum tau sudah ada penambahan, ujarnya.

Saat ditaya data penambahan dari 204 KPM menjadi 300 KPM dengan tegas Karnain yang baru menjabat sebagai RW itu mengiyakan. “ Ya sekarang KPM menerima rastra sebanyak 300 KPM”, ujarnya.

Saat disinggung dengan jumlah beras rastra yang didistribusikan ke Desa Jerambang sebanyak 10.200 Kg jika dibagikan kepada 300 KPM masih sisa sebanyak 2.700 Kg, Karnain menganjurkan agar menanyakkan langsung kepada Kepala Desa Jerambang Nofajriah. “ tanyakan aja sama Kepala Desa Jerambang”, ujarnya.

Informasi yang dihimpun investigasi di Dinas Sosial kabupaten Inhil mengungkapkan KPM di Desa Jerambang sebanyak 204 KPM. Tahun 2018 KPM yang menerima Rastra sebanyak 10 Kg setiap KPM, ujarnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, beras rastra untuk tahun 2018 ini tidak boleh dibagi-bagi kepada warga masyarakat lainnya. Jikapun, ada penambahan KPM dan beras rastra yang didapat setiap KPM dikurangi untuk memenuhi KPM lainnya yang belum terdaftar di Dinas Sosial harus terlebih dahulu melakukan musyawarah dengan KPM penerima beras rastra, tidak boleh asal dibagi begitu saja tanpa melalui musyawarah, ujarnya dengan tegas.

Untuk kepentinga publikasi Kepala Desa jerambang Kecamatan gaung kabupaten Inhil Nofajriah saat dikonfirmasikan dengan mengirimkan pesan singkat ke ponselya bernomor 082283978xxx ahad (15/7/2018) belum menjawab.

Camat Gaung Normansyah saat dikonfirmasi dengan mengirimkan pesan singkat ke WatsAppnya bernomor 081268871xxx Sabtu (14/7/2018) belum menjawab. Hingga berita ini dituliskan keterangan dari Kepala desa Jerambang Nofajriah dan Camat Gaung Normansyah belum diterima. Padahal keterangan dari Kepala Desa Jerambang Nofajriah dan Camat gaung Normansyah sangat penting sebagai perimbangan penulisan berita sesuai dengan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan sesuai dengan kodetik jurnalis.

Kanit Reskrim Polsek Gaung Abu Tani kepada Investigasi di ruangan kerjanya Senin (27/8/2018) membenarkan warga masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan beras rastra di desa Jerambang Kecamatan gaung kabupaten Inhil Provinsi Riau. “ ya, benar ada warga yang melaporkan dugaan penyimpangan beras rastra di Desa jerambang dan laporan warga masyarakat sudah kita terima”, ujar Abu tani.

Saat disinggung apakah ada indikasi penyimpangan beras rastra dengan tegas Abu tani mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga. “ Besok Kepala Desa Desa jerambang kita panggil untuk dimintai keteranganya”, ujarnya.(Red/bersambung)